by

Polisi dan Kartel Baku Tembak, 14 Tewas

MEKSIKO – Peluru panas menghujam tubuh 10 anggota kartel bersenjata. Tubuhnya pun terkapar dengan darah yang tercecer di ruas jalan.

Sementara empat anggota polisi tewas dalam baku tembak di perbatasan Amerika Serikat (AS) dengan Meksiko pada Minggu (1/12) dinihari. Pemerintah negara bagian Coahuila di bagian utara membenarkan kabar tersebut.

Bahwa polisi bentrok dengan suatu kelompok bersenjata yang menaiki truk pikap di kota kecil Villa Union, sekitar 65 kilometer barat daya dari kota perbatasan Peidras Negras. Gubernur Coahuila Miguel Angel Riquelme menjelaskan aparat telah bertindak secara tegas untuk menangani para kaki tangan kartel.

Di mana empat polisi menjadi korban tewas dan enam lainnya terluka. Sementara beberapa orang menghilang termasuk mereka yang saat itu berada di kantor gubernur.

”Mereka begitu berbahaya. Berani menyerang aparat, beberapa nama memang menjadi buruan kepolisian,” jelasnya.

Menurut Riquelme, dalam kontak tembak yang terjadi selama lebih dari satu jam itu, tiga dari sepuluh anggota kartel tewas tertembak oleh pasukan keamanan saat pengejaran. Peristiwa terjadi, sekitar tengah hari, suara tembakan mulai terdengar di luar Villa Union, di mana konvoi truk para anggota kartel bersenjata itu terlihat berkeliling kota.

Sementara dari tayangan CCTV yang diunggah beberapa pengguna media sosial, meskipun Reuters belum dapat memastikan kebenaran video tersebut baku tembak begitu dramatis. ”Pihak berwenang telah mengidentifikasi 14 kendaraan yang digunakan oleh komplotan tersebut, serta menyita lebih dari selusin senjata api,” jelasnya.

Dia meyakini bahwa komplotan yang dimaksud adalah anggota Kartel Timur Laut, yang menguasai wilayah Tamaulipas hingga ke bagian timur.

Tindak kekerasan komplotan terjadi setelah Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador menyebut bahwa dia tidak akan menerima intervensi asing apapun di negaranya untuk menangani kekerasan kriminal para komplotan setelah komentar Trump.

Hal itu kembali ditekankan oleh Riquelme yang mengatakan, “Saya rasa Meksiko tidak memerlukan intervensi. Yang dibutuhkan adalah kolaborasi dan kerja sama. Kami yakin bahwa negara mempunyai daya untuk menangani para kriminal.”

Sementara itu, beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump menyebut akan menandai komplotan sebagai teroris. Dalam sebuah wawancara pada Selasa (26/11), Trump menyebut dia berencana menggolongkan kartel sebagai organisasi teroris, yang kemudian memicu munculnya anggapan bahwa langkah itu dilakukan sebagai pendahuluan dari upaya AS mengintervensi Meksiko. (fin/zul/ful)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *