by

KPK Korek Keterangan Direktur PT. Petrokimia Gresik

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengkorek pengetahuan Direktur Teknik Pengembangan PT Petrokimia Gresik Arief Fauzan, terkait kerja sama pengangkutan barang antara PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) dengan PT Petrokimia Gresik.

Arief diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan kasus suap bidang pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG) dengan PT HTK, dan penerimaan lain terkait jabatan.

“Soal pemeriksaan saksi atas nama Arief Fauzan, didalami mengenai kerja sama pengangkutan barang antara PT Humpuss dengan PT Petrokimia Gresik,” ujar Kepala Bagian (Kabag) Pemberitaan dan Publikasi KPK Yayuk Andriati di Gedung KPK, Jakarta, kemarin.

Dia diperiksa oleh penyidik untuk tersangka Direktur PT HTK Taufik Agustono (TAG). Diketahui, Rabu (16/10) lalu, KPK telah menetapkan Taufik sebagai tersangka baru dalam pengembangan perkara kerja sama pengangkutan bidang pelayaran.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan tiga tersangka. Dua di antaranya hingga kini masih menjalani proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, yakni Bowo Sidik Pangarso (BSP) dan Indung (IND) dari unsur swasta.

Untuk satu tersangka lainnya, yakni Marketing Manager PT HTK Asty Winasti (ASW) telah divonis bersalah di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta. Dalam konstruksi perkara dijelaskan bahwa PT HTK memiliki kontrak pengangkutan dengan cucu perusahaan PT Petrokimia Gresik selama 2013-2018.

Pada 2015, kontrak ini dihentikan karena membutuhkan kapal dengan kapasitas yang lebih besar, yang tidak dimiliki oleh PT HTK. Terdapat upaya agar kapal-kapal PT HTK dapat digunakan kembali untuk kepentingan distribusi pupuk PT Pupuk Indonesia.

“Untuk merealisasikan hal tersebut, pihak PT HTK meminta bantuan BSP, Anggota DPR RI. BSP kemudian bertemu dengan ASW. ASW kemudian melaporkan kepada TAG hasil pertemuannya dengan BSP, yakni mengatur sedemikian rupa agar PT HTK tidak kehilangan pasar penyewaan kapal,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata. (riz/fin/zul/ful)

Comment