by

Vonis Idrus Marham Dikorting, KPK Pelajari Putusan MA

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku belum menerima salinan resmi putusan kasasi terdakwa kasus suap proyek PLTU Riau-1 Idrus Marham dari Mahkamah Agung (MA). Kendati, KPK mengaku kecewa dengan permohonan kasasi yang dikabulkan MA tersebut.

“Kalau dilihat, dibandingkan putusan dua tahun dengan putusan di tingkat banding apalagi dengan tuntutan KPK, tentu wajar bila kami sampaikan KPK cukup kecewa dengan turun secara signifikannya putusan di tingkat kasasi ini,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (3/12) kemarin.

Febri menyatakan, meski kecewa KPK secara kelembagaan tetap akan menghormati putusan tersebut. Saat salinan dari MA diterima, ia mengatakan pihaknya akan mempelajari dan akan menjalankan putusan tersebut.

Akan tetapi, ia tidak dapat memastikan apakah ke depan KPK akan mengajukan peninjauan kembali (PK) atas putusan Idrus. “Belum ada pembahasan soal PK. Kami akan pelajari nanti salinan putusan dan akan kami laksanakan. meskipun tadi ada beberapa catatannya,” tuturnya.

Febri pun menyoroti perihal visi institusi penegak hukum terkait pemaksimalan efek jera terhadap pelaku korupsi. KPK, kata dia, berharap pelaku korupsi dapat dijatuhkan hukuman semaksimal mungkin sesuai dengan perbuatannya.

“Ini yang harapannya bisa menjadi kontemplasi ke depan agar kerja yang dilakukan penyidik, penuntut umum, hakim di tingkat pertama, di tingkat kedua sampai di tingkat kasasi itu berada dalam visi yang sama soal pemberantasan korupsi,” tukasnya.

Untuk diketahui, Majelis Hakim MA mengabulkan permohoman kasasi mantan Menteri Sosial Idrus Marham sekaligus terdakwa kasus suap proyek PLTU Riau-1. Alhasil, hukuman Idrus dikurangi dari sebelumnya lima tahun penjara di tingkat banding menjadi dua tahun.

Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta memvonis Idrus Marham dengan pidana tiga tahun penjara karena dianggap terbukti menerima suap terkait Proyek PLTU Riau-1, bersama-sama Eni Maulani Saragih.

Tak puas dengan putusan itu, Idrus Marham melalui pengacaranya mengajukan banding. Namun di Pengadilan Tinggi DKI, Idrus justru diperberat hukumannya menjadi 5 tahun bui. Kemudian Idrus mengajukan kasasi ke MA. (riz/gw/zul/fin)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *