by

Tonali Dibanderol Rp4,6 Triliun

ZENICA – Bursa transfer Januari kembali membuka perang baru antar Inter dan Juventus. Derby keduanya tidak hanya ditunggu-tunggu di lapangan hijau, melainkan juga soal pembelian pemain.

Di saat keduanya membutuhkan gelandang lini tengah, pemain Brescia, Sandro Tonali muncul. Radar para pencari bakat dari kedua tim mulai mengerucut ke namanya setelah aksinya di Timnas Italia makin piawai menjaga barisan tengah Azurri.

Tidak hanya Serie A, tim taipan asal Inggris, Manchester City. Dilansir The Citizen pun siap jor-joran terkait dana mendatangkan rekan setim Mario Balloteli tersebut. Manajer The Citizens, Pep Guardiola bahkan mendesak manajemen menuntaskan transfer pemain yang dibanderol Brescia 300 juta euro atau Rp4,6 triliun itu.

Harga yang selangit tak membuat Juventus dan Inter gentar. Dilansir Tuttosport, kedua tim lebih dahulu melakukan pertemuan dengan Presiden Brescia Massimo Cellino.

“Pertemuan itu untuk menjabarkan bahwa tawaran dua rival adalah genderang perang,” tulis harian sepakbola tersebut.

Bahkan dalam artikel itu, Tuttosport menyarankan Juventus mencoba untuk mengunci pembelian di musim dingin nanti salah satunya menyegel Tonali dengan status pinjaman hingga akhir musim.

“Ini bukan hanya transfer tunai, tetapi mencakup masa depan pemain muda Juventus yang menjanjikan seperti Han Kwang-Son, Dany Mota, Elia Petrelli dan Pablo Moreno,” jelas Tuttosport.

Pada gilirannya, Inter memiliki banyak pilihan talenta di akademi muda mereka dan sekali lagi siap untuk memasukkan mereka sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran. “Namun Tonali menjadi barang mahal yang harus ditukar dengan pemain muda berbakat Nerazzuri,” tambahnya

Sejak musim lalu ada banyak klub yang mengamati kiprah Tonali di Brescia. Gelandang 19 tahun itu dinilai menjadi aktor utama di balik keberhasilan Brescia promosi ke Serie A musim ini.

Dilansir Football Italia, Gelandang Brescia, Sandro Tonali, mengaku tidak takut dengan banderol selangit yang dipasang timnyal. Menurut remaja berkebangsaan Italia itu, banderol selangit tersebut justru merupakan sebuah pengakuan atas kualitasnya.

Pemain berusia 19 tahun itu kerap disebut sebagai Andrea Pirlo Baru, bukan hanya karena kemiripan wajah, tetapi juga gaya permainan.

“Saya menyukai Presiden Cellino dan dia tahu harga dan kualitas saya. Dia bahkan bilang tidak mau menjual saya untuk harga 300 juta Euro,” papar Sandro.

“Nilai itu tidak menakutkan buat saya, walau memang sangat banyak. Saya percaya diri dengan apa yang akan dijalani musim ini,”tandasnya. (fin/zul/tgr)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *