by

Sisa 18 Hari Kerja, Publik Tagih KPK

JAKARTA – Masa tugasnya tinggal 18 hari lagi. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dikomandoi Agus Raharjo dituntut mampu menuntaskan dan menyelesaikan tugasnya.

Sederet kasus yang paling mencolok adalah kasus dugaan gratifikasi yang diduga melibatkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Melihat kondisi yang ada, Indonesia Police Watch (IPW) memberikan warning agar KPK mampu bekerja maksimal, melihat ada tiga tugas besar yang harus segera dituntaskan Agus Cs.

”KPK harus segera memanggil paksa Ketua Umum PKB tersebut karena tidak hadir untuk menjalani pemeriksaan dalam dugaan kasus korupsi dan gratifikasi. Lelaki berinisial A yang menjadi saksi kunci dalam kasus Muhaimin, yang ada di cctv bersama seorang wanita yang diduga istri Muhaimin harus diperiksa,” terang Ketua Presidium IPW Neta S. Pane, kemarin (1/12).

Selain itu, sambung Pane, mobil Mercy terbaru yang ada di CCTV harus segera disita dan pemilik showroom tempat Mercy itu dibeli juga harus diperiksa KPK. ”Penuntasan kasus ini perlu dilakukan agar KPK era Agus tidak dianggap diskriminatif dan tebang pilih,” tegasnya.

Kedua, KPK era Agus harus menyelesaikan catatan merah dalam audit BPK. Yakni tentang barang rampasan atau barang sitaan dari para koruptor yang hingga kini belum dilelang. Nilainya lebih dari Rp103 miliar. KPK harus menjelaskan barang barang sitaan itu ada di mana keberadaannya dan kenapa belum dilelang.

Ketiga, KPK era Agus juga perlu menyelesaikan dan menjelaskan adanya sejumlah barang sitaan dari para koruptor yang digunakan pihak lain. Menurut audit BPK jumlahnya lebih dari Rp96 miliar.

Dengan diselesaikannya ketiga kasus ini, pimpinan baru KPK tidak terjebak dan terbebani pada utang kasus yang ditinggalkan Agus Raharjo cs. Dengan demikian Komjen Firli sebagai pimpinan baru KPK bisa lebih cepat menata lembaga anti rasuah itu, dengan undang undang baru KPK hasil revisi yang baru diberlakukan.

”Sehingga Firli cs tidak perlu terjebak dalam manuver politik pihak pihak tertentu ketika harus menangani dan menuntaskan kasus Muhaimin yang ditinggalkan era Agus Raharjo cs,” terangnya. (riz/fin/zul/ful)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *