by

Polisi Tembak Mati Bandar 159 Kilogram Sabu-sabu

JAKARTA – Direktorat Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu sindikat Nigeria. Sabu seberat 158 kilogram (kg) berhasil diamankan, sementara satu pengedar ditembak mati.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Eko Daniyanto mengatakan, dalam pengungkapan ini, polisi meringkus dua pelaku. Satu di antaranya ditembak mati.

“Total barang bukti narkotika jenis sabu yang disita sebanyak 158 kg. Dan satu tersangka ditembak mati karena berusaha melawan petugas,” kata Eko, di RS Polri, Jakarta, Selasa (2/12) kemarin.

Terungkapnya kasus ini berawal dari informasi warga. Setelah dua bulan melakukan penyelidikan, aparat akhirnya menangkap tersangka EF (41) di Jalan Alternatif Sentul, Desa Cijujung Kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/11) lalu.

EF ditangkap berserta narkoba jenis sabu seberat 15 kg yang disimpan di dalam mobil Honda Mobilio nopol B 1069 CMQ. Penangkapan langsung dikembangkan.

Beberapa jam kemudian, penyidik menemukan paket sabu 118 kg di rumah kontrakan EF yang berlokasi di Perumahan Griya Alam Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Bogor.

“Lalu tim menemukan paket sabu 25 kg dalam sebuah kardus yang disimpan di kendaraan Daihatsu Grandmax nopol B 1509 FRP di Jalan Baru Sentul, Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Bogor,” katanya.

Hasil pemeriksaan sementara, jaringan EF dikendalikan oleh AC (38), seorang WN Nigeria yang merupakan napi kasus narkoba. “Modusnya, AC memesan sabu ke seseorang inisial TN di Nigeria. Lalu AC menyuruh EF mengambilnya di Bekasi, kemudian disimpan di Sentul, Bogor dan diedarkan oleh EF ke Bogor dan Jakarta,” katanya.

Polisi kemudian meminta EF menunjukkan lokasi persembunyian penyuplai sabu. Sayangnya, EF justru melawan dan mencoba kabur dalam upaya pengembangan tersebut. Petugas pun terpaksa menembak EF.

“Pada saat dibawa ke rumah sakit, nyawa EF tidak tertolong,” katanya. (gw/zul/fin)

Comment