by

Kejagung Lelang Kapal Sitaan Rp42,3 Miliar

JAKARTA – Kapal Bulk Carrier KM Kayu Eboni yang merupakan barang hasil rampasan terkait kasus korupsi pemberian kredit dari PT PANN kepada PT Meranti Maritime, akan dilelang oleh Kejaksaan Agung. Lelang tersebut melalui Pusat Pemulihan Aset (PPA), Jumat (29/11) hari ini.

Pelelangan dilakukan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Serang, Banten. Kapal Kapal Bulk Carier KM Kayu Eboni berkaitan dengan terpidana Direktur Utama PT Meranti Maritime, Henry Djuhari yang perkara sudah inkracht (berkekuatan hukum tetap, Red).

Kepala PPA Kejaksaan Agung, Agnes Triani mengatakan pihaknya melelang kapal yang memiliki panjang 225 meter serta berat 39.385 ton dan kini berada di Perairan Bojonegara, Serang. “Kapal yang dilelang berasal dari kasus korupsi yang berdasarkan putusan pengadilan dirampas untuk negara,” kata Agnes di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (28/11) kemarin.

Dia menjelaskan rencana lelang sebelumnya sudah diumumkan secara terbuka untuk umum. Sesuai ketentuan peserta lelang harus menyerahkan uang jaminan sebesar Rp21 miliar dari harga limit yang dibuka dengan sebesar Rp42 miliar.

“Kami berikan syarat ketat peserta lelang harus menyerahkan uang jaminan separuh dari harga limit. Ini untuk menunjukan keseriusan mengikuti lelang yang hasilnya akan dimasukkan ke kas negara,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemulihan Aset Nasional pada PPA, Danang Suryo Wibowo mengatakan pemenang lelang adalah penawar tertinggi di atas harga limit Rp42 miliar. Selanjutnya pemenang diwajibkan melunasi sisa kekurangan dari uang jaminan yang telah diberikan.

“Jika tidak dilunasi dalam waktu yang telah ditentukan, otomatis kemenangannya batal. Uang jaminannya juga hangus dan masuk kas negara. Sebaliknya peserta yang kalah jaminan akan dikembalikan utuh,” paparnya.

Sejauh ini, tambahnya, peserta lelang yang menunjukan keseriusannya mengikuti lelang berjumlah tiga orang. Mereka sudah menyerahkan uang jaminan Rp21 miliar. Untuk mekanisme lelang dilakukan tanpa kehadiran peserta lelang.

“Jadi peserta lelang nantinya mengikuti penawaran lelang secara terbuka melalui surat elektronik atau e-Auction Open Bidding,” terangnya.(lan/fin/zul/rh)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *