by

Anak Pembantai Bapaknya, Punya Gangguan Jiwa, tapi Kesadaran Tinggi

SLAWI – Masih ingat kasus anak yang tega membunuh ayahnya dengan cara dikapak? Peristiwa tragis di Desa Kendayakan Kecamatan Warureja Kabupaten Tegal, Selasa (2/12), direkonstruksi.

Rekonstruksi digelar di Mapolres Tegal, lantaran berbagai pertimbangan. Pelaku Wahudin (38) memperagakan 25 adegan pembunuhan terhadap ayah kandungnya, Rahadi (58).

Kasatreskrim Polres Tegal AKP Gunawan Wibisono mengatakan proses rekonstruksi digelar untuk melengkapi berkas berita acara pemeriksaan (BAP) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Slawi. Menurutnya, kasus itu tetap diproses hukum, meski sebelumnya disebut pelaku memiliki riwayat gangguan kejiwaan.

“Pelaku memang sempat diperiksa secara psikologis dan kejiwaannya oleh pihak medis dan hasilnya positif. Namun, pelaku mempunyai tingkat kesadaran yang tinggi. Maka dari itu, pelaku tetap harus diproses hukum,” ujarnya.

Kasubsi Pra Penuntutan (Pratut) Tindak Pidana Umum Kejari Slawi Bagas Adi Pradita mengungkapkan dalam kasus ini, pelaku tetap dipidanakan meski diketahui memiliki catatan gangguan kejiwaan. Setelah ini, proses pidana tetap ditentukan oleh pihak Pengadilan Negeri (PN) jika berkas sudah dinyatakan lengkap atau P21.

“Tetap akan kami proses. Jika berkas sudah P21, kami akan melimpahkannya ke PN. Jadi, pelaku tetap diproses secara hukum,” tegas Bagas. (muj/zul)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *