by

Inflasi Akhir Tahun Diprediksi 3,5 Persen

JAKARTA – Pemerintah melalui Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani memrpediksi inflasi hingga akhir tahun masih terjaga dengan baik di bawah target 3,5 persen. Asumsi itu itu berdasarkan inflasi akhir November yang berada di level 2,37 persen (year to date/ytd).

“Jadi kira-kira mungkin ada di dalam besaran itu yakni di bawah 3,5 persen yang jelas kayaknya kalau lihat sekarang masih di 2,37 persen,” ujar Sri Mulyani ditemui di Jakarta, Selasa (3/12).

Kendati demikian, pada momen Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 perli diwaspadai. Karena kedua momen itu berpotensi harga-harga barang mengalami lonjakan, sehingga mengerek inflasi.

“Biasanya nanti musiman Desember ada keramaian sedikit karena adanya liburan Natal itu yang menyebabkan ada sedikit kenaikan, tapi mungkin tidak akan terlalu besar sehingga kita berharap masih akan dalam target di 3,5 persen,” katanya.

Direktur Riset Center of Reforms on Economics (Core) Indonesia, Piter Abdullah mengatakan, laju inflasi akan meningkat di akhir tahun, namun masih terkendali sesuai dengan target Bank Indonesia (BI), dikisaran 3,5 persen.

“Dengan inflasi November yang hanya 0,14 persen secara bulanan, bisa diyakini inflasi tahun 2019 akan berada dikisaran bawah target yaitu 3,5 plus minus 1,” ujar Piter kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Selasa (3/12) lalu.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memperkirakan berdasarkan pemantauan harga, sampai akhir 2019 ini inflasi akan terkendali di level 3,5 persen.

“Kondisi ini juga yang menjadi pertimbangan kami menurunkan suku bunga, karena inflasi rendah dan ke depan akan rendah, dan stabilitas terjaga momentum mendorong pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Secara tahunan, kata Perry, inflasi September 2019 tercatat 3,39 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi Agustus 2019 sebesar 3,49 persen (yoy). (din/zul/fin)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *