|
PEMALANG – Supir truk pengangkut sapi dari Bali ke Jakarta, mengeluhkan kondisi cuaca yang terjadi sejak sepekan terakhir. Karena dengan kondisi tersebut, sapi menjadi rentan sakit. Sementara sapi yang dikirimkan ke Jakarta, begitu sampai harus dalam kondisi sehat. “Pernah kejadian beberapa ekor sapi mengalami sakit, sehingga proses pembayarannya menjadi tersendat. Imbasnya kepada kami juga yang mengangkut sapi,” keluh Oshe, kepada Radar disela-sela meneduhkan sapinya di Jalur Lingkar Selatan, Selasa (7/9) kemarin.
Menurut pria asal Timor Leste ini, kondisi cuaca yang tidak menentu dalam beberapa terakhir, dimana kadang turun hujan deras disertai panas, membawa dampak menurunnya daya tahan tubuh sapi. Sehingga membuat sapi Bali yang diangkutnya rentan sakit. Padahal pengiriman sapi ini oleh beberapa pedagang di Jakarta akan dijadikan konsumsi selama Lebaran 2010. Oshe mencontohkan saat dirinya melintas di Kota Surabaya, dimana kondisinya hujan lebat hingga berpuluh-puluh kilometer. Namun sesampainya di Propinsi Jawa Tengah, kondisinya berbeda karena cuacanya panas. Hal ini menyebabkan 48 ekor sapi yang dibawanya kepanasan dan beberapa kali terbatuk-batuk. Kalau sudah begitu, dia lebih memilih meminggirkan truknya mencari peneduh di pinggir jalan. Yakni dengan memberikan makanan rumput yang dibawanya, agar sapi lebih kuat dan tidak sakit. “Kalau dihitung-hitung sudah beberapa kali mas sapi diteduhkan,” terang Oshe. Perjalanan dari Bali menuju Jakarta, lanjut Oshe, apabila lancar membutuhkan waktu setidaknya dua malam sehari. Namun karena kondisinya demikian, yang terjadi bisa dua malam dua hari. Sehingga bukan saja rugi waktu, karena setengah hari keterlambatan semestinya bisa untuk istirahat dan kembali lagi ke Bali keesokan harinya. “Molor sehari ya rugi, karena semestinya bisa untuk istirahat,” kata dia. Dijelaskan, sapi biasanya akan diberangkatkan kembali selepas kondisinya sudah tenang dan tidak terbatuk-batuk. Sehingga tidak akan menggangu selama dalam perjalanan ke Jakarta. “Sapi ini untuk konsumsi daging, jadi truk masih diperbolehkan melintas walaupun sudah H-3 Lebaran,” pungkas Oshe kepada Radar. (cw2)
|