Dua pelajar SMAN 1 Pemalang berhasil meraih medali emas pada Indonesia Sains Project Olimpiad (ISPO) awal Maret ini. Keduanya akan mewakili Indonesia pada olimpiade di tingkat internasional di Georgia Mei mendatang. Apa prestasinya?
LAPORAN: ALI BASARAH PRESTASI pelajar SMAN 1 Pemalang tertoreh ini setelah kedua siswa tersebut melakukan penelitian terhadap limbah buah nanas yang terdiri dari ampas nanas dan kulitnya. Didampingi guru dan kepala sekolahnya, kedua pelajar tersebut yakni Madina Paramitha Efendi dan Bakti Satria Adhiyatama mengemukakan ide untuk meneliti buah nanas muncul, setelah melihat potensi Kabupaten Pemalang. Menurut Bakti, Kabupaten Pemalang memiliki 450 hektar perkebunan nanas. Dari luas ini dihasilkan nanas sebanyak 12 ton setiap hektarnya sehingga disayangkan kalau limbahnya dibuang sia-sia. "Kami melakukan penelitian sejak Nopember 2009 hingga Februari kemarin," kata dia, Senin (8/3).
Dari penelitian terhadap ampas nanas dan kulitnya dengan model fermentasi diperoleh hasil bahwa bahan tersebut mengandung etanol. Etanol bisa dijadikan bahan baku industri, baik untuk alkohol maupun lainnya seperti bahan baku motor. Dari penelitian tersebut, fermentasi yang paling maksimal adalah 72 jam dengan menggunakan ragi. Untuk satu kilogram limbah nanas, 40 persen di antaranya bisa menghasilkan etanol sekitar 500 miligram. Penelitian dari dua pelajar ini merupakan temuan baru yang bisa dimanfaatkan untuk mengatasi krisis energi terutama alkohol yang dimanfaatkan sebagai antiseptik. Keduanya memaparkan hasil penelitiannya di laboratorium sekolah dalam ISPO bersama peserta dari sekolah lain di seluruh nusantara. Meski baru pertama kali mengikuti even ini namun berhasil meraih medali emas. Sebelumnya sekolah tersebut di setiap even ISPO hanya sebagai undangan saja. Kepala SMAN 1 Pemalang Dra Rishi Mardiningsih MPd berharap kedua anak didiknya itu bisa membawa nama baik Indonesia pada olimpiade internasional di Georgia nanti. "Kita berharap mereka bisa membawa nama bangsa Indonesia dan menjadi pembuka hubungan kerjasama sekolah dengan negara lain," kata dia didampingi guru - guru pembimbing penelitian yang dilakukan Madina dan Satria tersebut. Kedua pelajar ini lanjut Rishi merupakan siswa yang memiliki beberapa prestasi sebelum meraih medali emas tersebut. Seperti Bakti yang pernah menjadi juara dalam olimpiade bahasa Inggris dan komputer. Sedangkan Madina adalah juara ketiga Duta Wisata Kabupaten Pemalang tahun 2009. (*)
|