PUASA Ramadhan, akan menyuburkan pelakunya untuk peka terhadap kondisi sosial di sekitarnya. Tak heran, jika dengan puasa akan menumbuhkan sikap saling berbagi dan saling mengasihani sesama manusia. Intinya, puasa dapat memantapkan wujud kesalehan sosial.
"Selain ada kesalehan ritual, puasa juga membentuk kesalehan sosial. Keduanya bermuara pada ketakwaan kepada Allah SWT," ungkap Ketua Yayasan Masjid Agung Brebes (MAB) Drs KH Rosjidi, kemarin (20/8). Menurut Kh Rosjidi, kesalehan ritual terwujud lewat berbagai kegiatan seperti dzikir, tadarus, sholat Tarawih dan amalan lain-lainnya. Puasa ini, pahalanya langsung dari Allah SWT, sehingga yang mengerti puasa itu dirinya sendiri dan Allah SWT. Orang lain tidak akan mengerti kalau orang itu benar-benar puasa atau pura-pura puasa," terangnya. Dari jaminan dilipatgandakannya pahala, lanjut Kiai, maka secara ritual orang-orang yang beriman saling berlomba menuju kebajikan. Disitu pula tercipta kesalehan sosial. Karena masing-masing individu akan menolong orang lain, menyalurkan sodaqohnya, memupuk kebersamaan dan berbagai aktivitas kemanusiaan. "Rasa peduli sosial akan meningkat ketika bulan puasa," tandas Kiai Rosjidi, yang juga Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Brebes itu. Dengan berpuasa, katanya, kita dilatih menjadi orang saleh yang mampu mengekang hawa nafsu. Termasuk menerapkan kesabaran dan kejujuran dalam kehidupan sehari-hari. Artinya, ada kendali nurani untuk terus bersabar dan berbuat jujur mengantarkan pada tindakan-tindakan yang saleh. Dengan puasa, akan mampu merasakan penderitaan si miskin. Hati pun tergerak untuk bisa berbuat banyak terhadap sesama. (cw1)
|