Home arrow Tegal Metropolis arrow Permintaan Tinggi, Harga Ayam Kembali Naik
Permintaan Tinggi, Harga Ayam Kembali Naik
Ditulis oleh Administrator   
Tuesday, 07 September 2010

PERMINTAAN yang terus meningkat membuat harga ayam potong maupun kampong kembali mengalmai peningkatan. Hanya saja, peningkatan tidak terjadi secara signifikan sehingga penjual maupun pembeli masih bisa melakukan transaksi dengan baik.

Masripah (42), pedagang di Pasar Pagi mengatakan, kenaikan harga daging ayam berkisar antara  Rp 1.000 hingga Rp 2.500 per ekor. Sebelumnya harga daging ayam broiler Rp 25.000 hingga Rp 26.000 per ekor, sekarang naik menjadi Rp 26.000 hingga Rp 27.000 per ekor.

Untuk ayam kampong, naik dari Rp 28.000 per ekor menjadi Rp 30.000 per ekor. Tetapi, untuk ukuran yang lebih besar bisa dijual dengan harga di atas Rp 35.000 per ekor.

Kenaikan tersebut, jelasnya, terjadi karena meningkatnya permintaan masyarakat akan daging ayam untuk membuat opor dan sebagianya saat lebaran sehingga sedikit banyak membuat harga menjadi naik. Hanya saja, kenaikan kali ini masih wajar sehingga tidak mengurangi daya beli masyarakat sehingga dia bisa menjual seluruh stok yang ada.

“Opor ayam menjadi makanan wajib saat lebaran sehingga hamper semua masyarakat yang merayakan lebaran pasti mencari daging ayam, baik kampong maupun broiler,” katanya.

Pedagang lainnya Heru (48) membenarkan jika kenaikan harga daging ayam kembali terjadi. Bahkan, permintaan saat ini bisa meningkat hingga 25 persen lebih dan puncaknya akan terjadi pada H-1 di mana permintaan daging ayam bisa meningkat hingga 100 persen.

Saat ini, dia mendatangkan stok dari peternak lokal dan luar daerah dan semuanya dlama kondisi segar sehingga tidak merugikan masyarakat. Justru, permintaan ayam kampung mengalami peningkatan hingga 30 persen lebih disbanding ayam broiler saat ini.

Ini terjadi karena daging ayam kampung lebih gurih, tetapi harga jualnya relatif lebih tinggi dibandingkan ayam broiler. “Tinginya permintaan membuat kami harus menambah stok dibandingkan hari biasa sehingga bisa memenuhi permintaan masyarakat,” terangnya.

Dewi, salah seorang pembeli membenarkan jika terjadi kenaikan harga daging ayam. Hanya saja, kenaikan tersebut masih dalam kewajaran karena tidak lebih dari Rp 2.000.

Justru yang terpenting baginya saat ini bukan soal harga melainkan ketersediaan pasokan daging ayam baik broiler maupun kampung dalam kondisi segar. Jika stok yang ada mencukupi, secara otomatis kenaikan bisa ditekan dan hanya terjadi akibat biaya distribusi atau angkut saja.

“Kami bisa memaklumi kenaikan tersebut selama masih dalam batas yang wajar,” tandasnya. (gun)

Komentar
Tulis Komentar
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Subjek:
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 

 
Total Pengunjung: 50748