|
BATANG - Menghadapi musim mudik Idul Fitri tahun ini, di beberapa ruas di Jalur Pantura Kabupaten Batang masih terjadi kerusakan jalan. Namun untuk melakukan perbaikan secara total, pihak Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah masih mengalami kendala dalam pengadaan aspal.
Demikian disampaikan Pengawas Lapangan Preserfasi Jalan dan Jembatan wilayah Comal Weleri, Robinson Pasaribu. "Memang patut diakui di beberapa ruas di Jalur Pantura di wilayah pengawasan kami, masih ada beberapa titik yang masih rusak. Seperti jalan bergelombang maupun berlubang," ungkapnya, ditemui Jumat (20/8) kemarin. Menjelang datangnya arus mudik mendatang, saat ini pihaknya terus melakukan perbaikan, termasuk penambalan lubang-lubang dan meratakan yang bergelombang. "Namun yang jadi kendala adalah produksi aspal. Saat ini kami masih menunggu aspal dari Karanganyar (Kabupaten Pekalongan). Kalau aspal datang langsung kami kerjakan," jelas Robinson. Kendala yang lain adalah kondisi cuaca yang tidak menentu, yang sering berubah-rubah tanpa bisa diprediksi. Meski begitu Dinas Bina Marga provinsi menjanjikan bahwa sebelum H-7 lebaran, Jalur Pantura sudah dalam kondisi bagus dan siap dilewati kendaraan pemudik. "Kami akan mengusahakan untuk menutupnya," sebutnya. Dia berharap saat arus mudik nanti Jalur Pantura sudah bisa dilewati tanpa ada titik-titik yang membahayakan. "Karena itu sesuai dengan instruksi dari pusat. Dimana pada H-7 sudah tidak dibolehkan lagi ada kegiatan perbaikan. Tidak ada lagi hal yang bisa mengganggu pergerakan kendaraan pemudik," papar Robinson. Dalam menghadapi lebaran dan juga sebagai kegiatan rutin, saat ini Bina Marga Provinsi wilayah Comal Weleri tengah melaksanakan lima proyek, yakni dari KM 80+000 di perbatasan Pemalang Tegal sampai 139+000 di Desa Simbangjati Tulis Batang. Yakni penambalan lubang (patching), pengecatan median, pembersihan rumput dan marka jalan, yang ditarget selesai pada 31 Agustus mendatang. Sementara perbaikan median sudah rampung pada akhir Juli lalu. "Dan untuk membantu keselamatan para pengguna kendaraan, khususnya para pemudik di malam hari, di sepanjang median dan tepi jalan kami pasang rambu-rambu buatan dari paralon. Dimana paralon tersebut kami cat warna, untuk median kuning dan tepi jalan merah. Dengan begitu pengendara mengetahui batas-batas jalan," tandas Robinson Pasaribu. (ton)
|