Oleh: Muh. Abduh Bulan Ramadan sebentar lagi tiba. Aroma menyambut bulan ini sudah sangat terasa. Pemerintah pun giat menertibkan tempat-tempat yang dinilai akan mengganggu umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa. Juga sudah siap memberi surat edaran yang berisi aturan main bagi tempat hiburan, tempat karaoke dalam menjalankan usahanya. Sementara warga menyambutnya dengan berbagai macam acara. Bersih-bersih musalah hingga mengagendakan acara ramadan. Di antaranya unggah-unggahan.
"Sing sapa kiye?" tanya Dalipan kepada istrinya, sembari melihat cepon berisi makanan. "Unggah-unggahane tangga sebelah," kata istri Dalipan. Kedatangan Ramadan tahun ini tentu kita sambut dengan penuh kegembiraan karena insya Allah, kesempatan menikmati ibadah Ramadan kembali kita peroleh. "Ora krasa ya wa, jebule pan puasa maning!" kata Panjul. Yah..Ramadan yang penuh berkah harus kita jadikan sebagai momentum untuk menyelamatkan masyarakat dengan mendekatkan diri kepada Allah, baik dengan taubat, munajat dan menjalankan sejumlah peribadatan maupun dengan khidmat yakni memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat agar kehidupan kita betul-betul dapat dirasakan manfaatnya bagi orang lain dan perbaikan masyarakat dapat kita wujudkan dari waktu ke waktu, baik perbaikan diri, keluarga, masyarakat maupun bangsa dan negara. "Wis ngerti amalane menjelang Ramadan kan?" tanya Dalipan. Lalu Dalipan membeber persiapan menjelang Ramadan, seperti memperbanyak doa Memperbanyak aktivitas puasa di bulan Sya'ban, memperbanyak aktivitas tilawah Quran, segera mengqodho puasa, saling maaf memaafkan sesama muslim, sehingga dalam memasuki Ramadhan dosa kita dengan sesama sudah terhapuskan sehingga pada bulan Ramadhan hanya menyelesaikan dosa kepada Allah swt saja, dan pada saat hari raya Idul Fitri tiba, kita benar-benar berada dalam keadaan fitrah. Lalu mengkaji fiqih yang berkaitan dengan ibada Ramadhan, sehingga pelaksanaannya berjalan dengan baik berdasarkan pemahaman yang benar. "Sampeyan wis nglakoni sing endi?" "Urung ana seh. Tapi mesih mending aku. La kae, ana sing pan puasa malah ke jaring nang tempat sing ora beres. PNS maning!" Sabtu (7/8) malam, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) bersama tim gabungan merazia beberapa hotel, tempat hiburan, dan lesehan yang ada di metropolis. Dalam razia tersebut, tim berhasil mengamankan 29 orang, yang diketahui sedang berada di kamar-kamar hotel. Ironisnya, dari total orang yang terjaring razia tersebut, dua di antaranya oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Polisi. "Kueh ndarani!" Kepala Dinsosnakertrans Sumito mengatakan selain kegiatan rutin, razia PSK ini digelar menyambut datangnya bulan ramadhan. Sehingga ketika bulan suci itu tiba, diharapkan Kota Tegal bersih dari kegiatan pelacuran dan kemaksiatan lainnya. "Dalam razia kali ini, tim berhasil mengamankan 29 orang. Rinciannya, 13 pasangan dan 3 orang (2 laki-laki dan 1 perempuan) sedang berpesta miras di dalam kamar hotel. Setelah diidentifikasi dari jumlah tersebut terdapat satu orang PNS dari Kabupaten Purbalingga dan seorang petugas polisi," katanya usai kegiatan. Kepolisian juga ikut melakukan pemyambutan Ramadan, yakni mengadakan operasi cipta kondisi pekat, di antaranya melakukan pemusnahan miras. "Memang bulan puasa bener-benar bulan sing penuh dengan berkah," ujar Dalipan. Bulan yang sangat diistimewakan oleh Allah SWT. Didalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, di dalamnya penuh dengan rahmah, ampunan dan pembebasan dari api neraka, bulan yang dirindukan kedatangannya dan ditangisi kepergiannya oleh orang-orang yang shalih. "Nang bulan Ramadan kiye, wis seharusnya mengekang nafsu syahwat dan mengisi dengan amal-amal yang mulia. Semua itu merupakan momen dan sekaligus sarana yang baik untuk mencapai puncak ketaqwaan. Dosa dan kekhilafan juga merupakan sasaran yang akan kita hapuskan dalam bulan Ramadhan ini," ujar Dalipan. Panjul hanya manggut-manggut. (*)
|