KRAMAT - Belakangan ini Kepala Desa Padaharja, Kecamatan Kramat kerap diprotes warganya sendiri. Hal ini menyusul sejumlah jalan di desanya yang mengalami kerusakan parah. Bahkan beberapa jalan, masih belum ada penerangan jaringan umum (PJU)-nya. Kendati demikian Sugito, Kepala Desa Padaharja sudah berulangkali mengajukan proposal perbaikan. Namun sayangnya hingga kini belum ada realisasinya.
"Hampir setiap ada pertemuan, warga selalu protes tentang jalan yang rusak. Katanya sudah berulang kali terjadi kecelakaan. Bahkan penodongan juga sering. Padahal kami juga sudah mengupayakan dengan mengajukan proposal ke dinas terkait. Tapi belum ada jawabannya," tutur Sugito kepada Radar, Selasa (7/9) kemarin. Menurutnya, pernah juga salah satu anggota dewan Kabupaten Tegal yang berdomisili di sekitar desanya itu berjanji akan mengusahakan keluhan warga. Terutama perbaikan jalan yang rusak. Dengan melalui ubahan APBD 2010, dewan tersebut akan memprioritaskan beberapa jalan yang rusak di desanya. Tapi janji-janji itu sampai sekarang belum ada kabar yang berkelanjutan. "Janji itu sering dilontarkan ketika kampanye dulu. Dan yang terakhir ketika pelantikan, dia pun berjanji akan berusaha mencarikan dana guna perbaikan jalan di desa kami," ujarnya. Jalan menuju Desa Mejasem Timur yang tampak rusak itu, terang dia lagi, dilalui warganya yang berjumlah hampir 6 ribu jiwa lebih. Sedangkan di desanya, setiap rumah hampir memiliki sepeda motor. Tentunya jalan yang sudah bertahun-tahun belum pernah ada perawatan akan cepat rusak. Jika tidak secepatnya diperbaiki, warga tidak akan berhenti protes. "Sementara ini, aspal yang sudah mengelupas dan berlubang kami tambal sendiri, dengan membeli sisa aspal di Pantura. Dan sekarang sedikit lebih baik ketimbang sebelumnya," ujarnya. (k2)
|