|
PAGUYANGAN - Ruas jalan Desa Kretek-Desa Pakujati yang merupakan akses menuju sarana obyek wisata pemandaian ar panas Kedung Oleng, Kecamatan Paguyangan, hingga saat ini dalam kondisi rusak parah.
Aspal pada permukaan jalan sepanjang lebih kurang 2 kilometer tersebut terkelupas akibat gerusan air sungai Kalijati yang meluap beberapa waktu lalu. Akibat kondisi tersebut Arus kendaraan menjadi sedikit tersendat, padahal arus lalulintas di ruas jalan tersebut terbilang cukup padat. Sebab, Desa Pakujati sendiri selain pertanian juga dikenal sebagai daerah sentra penghasil telur ayam. ’’Di sini banyak sekali peternak ayam petelur, namun akibat kerusakan jalan, para peternak menjadi enggan untuk melalui jalan tersebut sebab khawatir telur akan pecah atau rusak," ungkap Anton (38), warga Desa Pakujati. Menurut dia, saat ini para pemilik peternakan lebih memilih untuk melalui ruas jalan Pakujati-Paguyangan untuk mendistribusikan hasil peternakannya. Kerusakan jalan juga di keluhkan oleh para pengunjung obyek wisata pemandaian air panas Kedungoleng. Pasalnya, bagi para pengunjung yang berasa dari wilayah utara Kecamatan Paguyangan, terpaksa harus melalui ruas jalan Paguyangan-Pakujati dengan jarak tempuh lebih jauh sekitar 3 kilometer. ’’Biasanya, selepas Pasar Grengseng kita bisa melalui ruas Kretek-Pakujati, namun sekarang disana jalannya rusak sekali. Sehinga kita terpaksa memutar melalui jalur Paguyangan yang lebih jauh," kata Khadavi (39), warga Bumiayu. Warga berharap perbaikan jalan akan dapat segera dilaksanakan. Sebab, ruas jalan tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kepala Desa ( Kades) Pakujati Hj Siti Aminah mengaku, pihaknya telah melaporkan kondisi yang terjadi di wilayahnya ke kantor Kecamatan Paguyangan, juga Kantor Unit Pelayanan Teknis Daerah Pekerjaan Umum (UPTD PU) Kecamatan Paguyangan. ’’Laporannya saya sudah sampaikan ke kecamatan dan KUPTD PU, semenjak peristiwa bencana alam terjadi. Kondisi ruas jalan tersebut sangat produktif, sebab selain sebagai jalan Kabupaten juga merupakan akses pariwisata. Karenanya, diharapkan perbaikan akan dapat dilaksanakan," jelas Aminah. (pri)
|