|
SEJAK dilarang melintasi Pertigaan Blandong Comal, transportasi tradisional delman dalam dua hari terakhir kerap menyebabkan penumpukan kendaraan. Apalagi sejalan dengan tingkat kebutuhan warga masyarakat yang hendak berkepentingan ke Pasar Comal, untuk berbelanja keperluan lebaran 2010.
Hal ini terjadi, utamanya pada puluhan delman yang mengangkut warga dari Comal Utara Jalan Raya Pantura. Yakni dari Desa Kauman, Susukan, Klegen, Kebojongan, Wonokromo, Sarwodadi, Gintung, dan beberapa desa lainnya. Untuk delman dari arah Desa Gintung, harus menunggu kepadatan arus mudik dari arah barat, sehingga tidak terlalu menyebabkan penumpukan. Namun bagi delman dari arah Pertigaan Khaeron Kauman yang notabene dijadikan jalan utama mereka, mengharuskan putar arah di Pertigaan Stadion Jatidiri sehingga kerap menyebabkan penumpukan kendaraan. Belum lagi di pertigaan tersebut tidak ditempatkan petugas yang mengatur lalu lintas sebagaimana di tempat penyeberangan lainnya. Hal ini membuat pemudik yang menggunakan mobil harus melambatkan laju kendaraannya, sehingga secara otomatis kendaraan di belakangnya turut melambat pelan.“Kalau bisa lewat Pertigaan Blandong, mungkin lebih lancar karena tidak memutar arah. Tapi wong ini sudah ditetapkan,” tutur salah satu pemilik delman, Syafi’i, kepada Radar, Selasa (7/9) kemarin. Diberlakukannya lajur penyeberangan jalan di Pertigaan Stadion Jatidiri, lanjut dia, yakni sejak setahun terakhir, atau sejak jalan utama pantai utara tersebut diperlebar. Sebelumnya, delman bisa langsung menyeberang di Pertigaan Khaeron Kauman atau lurus ke arah timur melalui Pertigaan Blandong. Namun dengan berbagai pertimbangan keamanan, jalur penyeberangan ditutup. Arus mudik di Jalan Raya Pantura Comal sendiri berdasarkan pantauan Radar, berjalan dengan baik. Hal ini karena beberapa petugas yang disiagakan di Pertigaan Klenteng atau turunan sebelah timur jembatan Comal, mengatur lalu lintas untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan. Pun halnya di Pos Pam Pertigaan Blandong, beberapa petugas kepolisian dengan dibantu anggota Pramuka dan Patroli Keamanan Sekolah (PKS). Banyaknya warga yang hendak berkepentingan di Pasar Comal, membuat petugas bekerja ekstra untuk mengatur arus mudik. Untuk menghindari kemacetan, petugas dibantu dengan alat pengeras suara, berkali-kali memberikan himbauan kepada pengendara agar berhati-hati dan senantiasa menyalakan lampu. Khusus bagi pemudik, petugas memberlakukan lurus jalan terus meski lampu traffic light terlihat menyala merah. (cw2)
|