Home arrow Tegal Metropolis arrow Bengkel Kebanjiran Pelanggan
Bengkel Kebanjiran Pelanggan
Ditulis oleh Administrator   
Tuesday, 07 September 2010

ADA pemandangan berbeda saat musim mudik tiba. Sejumlah bengkel yang berada di pinggir jalan dibanjiri pemudik yang membutuhkan suku cadang atau sekedar service kendaraan, ganti oli dan sebagainya.

Bahkan, tidak sedikit bengkel yang mengaku kewalahan karena banyaknya pemudik yang datang dengan pelanggan dari dalam kota. Sutari (45), pemilik bengkel sepeda motor di Jl DR Cipto Mangunkusumo mengatakan banyaknya pemudik yang melintas di jalur pantura Kota Tegal menjadi sebuah pemandanngan rutin setiap lebaran tiba.

Apalagi, pemudik yang menggunakan sepeda motor terus bertambah sehingga bengkel-bengkel di pinggir jalan sepanjang rute yang dilalui banyak mendapat berkah. Sebagian besar pemudik yang datang ke bengkelnya untuk mengganti oli mesin, oli samping, menambal ban serta pergantian beberapa suku cadang lainnya.

Tetapi, pihaknya tetap memberikan harga yang sama dengan pelanggan lain sehingga tidak memberatkan pemudik yang sedang melakukan perjalanan jauh. Bahkan, mulai H-3, bengkelnya buka selama 24 jam sehingga bisa dimanfaatkan pemudik yang mengalami kerusakan pada kendaraannya.

Bahkan, semakin dekat dengan lebaran jumlah pemudik yang datang ke bengkelnya terus bertambah sehingga dia harus menambah karyawan agar semua pekerjaan bisa dilakukan dengan cepat.

“Selain arus mudik, saat arus balik bengkel juga ramai sehingga tidak jarang kami harus bekerja lembur,” katanya. Dedi (35), pemilik bengkel di Jl Martoloyo menuturkan, keberadan bengkel di sepanjang jalur mudik sedikit banyak bisa membantu pemudik yang mengalami kerusakan mesin atau membutuhkan suku cadang seperti kampas rem, oli, tambal ban dan sebagainya.

Meski terdapat posko mudik yang menyediakan layanan bengkel dan tempat istirahat. Hanya saja, jaraknya yang cukup berjauhan membuat keberadaan bengkel di pinggir jalan menjadi pilihan utama bagi pemudik yang mengalami kerusakan pada kendaraannya.

Dalam sehari, dia mengaku bisa memperbaiki lebih dari 10 motor pemudik yang sebagian menuju Semarang, Solo dan kota-kota sekitarnya. Untuk itu, dia menyediakan berbagai suku cadang lebih lengkap sehingga sewaktu-waktu dibutuhkan bisa langsung didapat.

Bahkan, jika ada pemudik dengan mobil pribadi yang mengalami kendala, dia juga bisa menangani dengan dibantu rekannya. “Kami juga melakukan perbaikan sesuai dengan keahlian sehingga tidak membahayakan kendaraan pemudik yanhg akan menempuh perjalanan jauh,” terangnya. (gun)

Komentar
Tulis Komentar
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Subjek:
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 

 
Total Pengunjung: 50642