Home arrow Jateng arrow Banjir dan Longsor Landa Dua Kecamatan
Banjir dan Longsor Landa Dua Kecamatan
Ditulis oleh Administrator   
Monday, 06 September 2010
AYAH - Hujan lebat yang mengguyur wilayah kecamatan Ayah, Minggu (5/9) petang hingga malam hari mengakibatkan ratusan rumah warga di tiga desa mengalami kerusakan. Baik rumah yang terkena banjir maupun tanah longsor. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Di Desa Karangbolong Kecamatan Buayan, sedikitnya 18 rumah mengalami kerusakan akibat meluapnya sungai Kalitandu yang melintasi desa tersebut. Wilayah yang paling parah terjadi di RT 1 RW 2 Dukuh Kaum desa setempat. Tercatat ada 4 rumah warga yang rusak parah akibat terjangan banjir. Yakni rumah milik Tatang (41), Indra (40), Sirin (60) dan Sudar (45). Bahkan rumah milik Tatang jebol di beberapa titik akibat diterjang air bah sungai yang tepat berada di belakang rumahnya. Tak hanya itu, sejumlah ayam peliharaannya juga ikut hanyut terbawa air.

Menurut Tatang, banjir bermula saat hujan deras mengguyur wilayah itu sejak pukul 18.30 WIB. Hujan yang terus mengguyur mengakibatkan sungai Kalitandu sedikit demi sedikit mulai meluap. “Puncaknya terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Air mulai masuk. Awalnya hanya sebatas lutut tapi lama kelamaan semakin naik,” kata Tatang yang siang kemarin ditemani istrinya, Rasmini (45).

Dikatakan Rasmini, air sungai yang meluap tiba-tiba merobohkan bangunan belakang dan samping rumah miliknya. Rasmini pun tanpa pikir panjang langsung memboyong kedua anaknya menyelamatkan diri. Tapi bukan perkara mudah bagi ibu dan dua anaknya untuk bisa ke tempat yang lebih tinggi. Pasalnya, ketinggian air sudah semakin tinggi hingga sebatas dada orang dewasa. “Ndak sempat mikir apa-apa mas. Harta benda saya tinggal semua. Pokoknya yang penting kami selamat,” tandasnya.

Selain banjir, di desa tersebut sedikitnya ada 27 rumah yang rusak karena tertimbun longsor. Lokasi lain yang dilanda bencana tanah longsor di Desa Pasir Kecamatan Ayah.  Tanah longsor di Desa Pasir terjadi di Dukuh Ketanggung, Dilem, dan Betah. Jumlah rumah rusak menurut Kepala Desa Pasir, Sukamso, mencapai 45 rumah. Dari jumlah itu, 11 di antaranya rusak berat sehingga tidak bisa dihuni lagi. Kerugian warga mencapai ratusan juta rupiah.

Salah satu rumah yang paling parah adalah milik Waris warga RT 1 RW 2 desa Pasir. Hampir seluruh rumah Waris rusak total tertimbun longsor. Termasuk bagian dapur yang lenyap akibat tertimbun tanah longsor dari bukit Ceblek yang tepat berada di atasnya. Untungnya, Waris dan seluruh anggota keluarganya berhasil menyelematkan diri.

Tanah longsor yang dipicu hujan deras sejak sore, sempat menutup jalur Logending-Karangbolong di beberapa titik. Jalur baru bisa dilalui Senin (6/9) siang, setelah Pemkab Kebumen mendatangkan alat berat untuk menyingkirkan material longsoran. Tanah longsor juga menutup jalan poros desa yang menghubungkan Desa Pasir dengan Desa Banjarharjo, serta ke Desa Jintung.

Keterangan Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) Ayah, Sukamsi, di Desa Srati, tanah longsor mengakibatkan 4 rumah rusak berat dan 25 rumah yang lain rusak ringan. Sedangkan di Desa Karangduwur, mengakibatkan 5 rumah rusak berat dan 45 rumah yang lain rusak ringan. Kerusakan paling parah menimpa rumah milik Nasirin yang hampir seluruh bangunan rumahnya rusak tertimbun material longsor.

Sejumlah wilayah yang mengalami kerusakan ditinjau langsung oleh Bupati Kebumen H Buyar Winarso SE bersama Kapolres Kebumen AKBP Andik Setiyono SIK SH MH, Dandim 0709 Letkol Windyatmodan Wabup Djuwarni.

Pada kesempatan, bupati mengatakan akan segera menindaklanjuti upaya penanganan bagi korban longsor dan banjir. “Inventarisasi seluruh korban berikut kerugiannya masih dilakukan untuk penanganan selanjutnya termasuk upaya penganan cepat di titik longsor yang menjadi jalur utama warga,” kata Bupati. (has)

Komentar
Tulis Komentar
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Subjek:
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 

 
Total Pengunjung: 50727