DITENGAH makin derasnya volume kendaraaan khususnya roda dua dimusim mudik tahun ini memaksa upaya dikmas lantas dan gakkum lantas tetap dijalankan petugas dilapangan.
Muaranya tentunya untuk menekan terjadinya angka laka lantas dan kemacetan. Bidikan pelanggaran selama arus mudik masih didominasi pengendara roda dua, yang seakan memaksakan kehendak menggunakan kendaran untuk mengangkut orang dan barang secara berlebihan. Kapolres Tegal Kota AKBP Drs Kalingga Rendra Rahartja SE melalui Kasatlantas AKP Wahyu Purwidiarso SH SIK menyatakan bahwa upaya memberikan pemahaman pada pemudik tetap diupayakan agar mereka waspada terhadap keselamatan barang dan nyawa yang dibawanya. "Masih banyak ditemui pemudik pengguna ranmor roda dua membawa barang bawaan melebihi kapasitas. Ini ditambah dengan membawa balita yang dipaksa duduk di antara kedua orang tuanya. Ini sangat riskan jatuh tanpa disadari orang tuanya karena sama-sama dalam keadaan letih," terangnya di sela- sela melakukan upaya dikmas dijalur pantura, Selasa (7/9) kemarin. Dirinya juga menyatakan telah mengantisipasi terjadinya benturan antar pemudik di wilayah hukumnya dengan menerjunkan personel pengawalan pemudik dari pintu masuk perbatasan dengan Kabupaten Brebes hingga perbatasan Jembatan Martoloyo yang menghubungkan Kabupaten Tegal. "Dengan dikawal secara khusus pemudik secara rombongan akan dipermudah untuk mendapatkan akses lintasan jalan, sehingga tidak terjebak dalam antrean kemacetan yang melelahkan. Sesampai diperbatasan, personel akan menyerahkan pada petugas yang telah bersiap untuk melakukan estafet pengawalan," tegas periwra muda asal Purworejo tersebut. Sementara itu bagi pemudik pengguna ranmor roda empat langkah menekan kemacetan juga telah dilakukan pihaknya dengan pengadaan penunjuk jalan berupa rambu yang cukup jelas. Di sini pengemudi tidak akan lagi berhenti beberapa menit untuk sekedar bertanya pada petugas terkait jalur yang hendak dilalui. "Berhenti satu menit saja akan memperpanjang antrean kendaraan di belakangnya," tegasnya. (her)
|