PURWOKERTO - Penyebab kematian empat orang yang ditemukan tewas di sumur milik Sapan (38), warga Grumbul Gabahan RT 1/3, desa Suro, Kalibagor dipastikan dari asap diesel yang digunakan untuk mengurus sumur tersebut. Hal tersebut dikatakan Kapolres Banyumas AKBP RZ Panca Putra melalui Kapolsek Kalibagor AKP Susanto kemarin ke Radarmas. "Mereka meninggal kekurangan oksigen setelah menghirup asap diesel yang digunakan untuk menguras sumur," kata Kapolsek Kalibagor AKPO Susanto saat dihubungi Radar Banyumas.
AKP Susanto mengatakan, Minggu (5/9) malam setelah seluruh jenazah berhasil dievakuasi, dilakukan kordinasi dengan keluarga. Hasilnya, pihak kepolisian melakukan visum dan tak melakukan otopsi. "Kita hanya melakukan visum untuk memastikan penyebabnya," tandas Kapolsek. Seperti diketahui, empat orang ditemukan tewas di sumur milik Sapan (38), warga Dusun Gabahan Rt 1/3 yang merupakan Kadus Dusun Gabahan, Suro, Kalibagor yang berkedalaman hampir 15-20 meter dengan diameter lebar 1 meter. Empat tewas adalah Sutrisno (45), Sutarjo (45), Kidir alias Dodo (20), dan Suwito (20). Tiga korban tercatat sebagai warga desa Suro yaitu Sutrisno warga RT 1/3, Sutarjo warga RT 1/4 dan Suwito warga RT 1/3. Satu korban lain yaitu Kidir alias Dodo adalah warga Desa Tambaksogra, Sumbang, Banyumas. "Keempat jenazah itu sudah dilakukan pemakaman pada hari ini (kemarin, red)," tambah Kapolsek. Peristiwa petaka itu sendiri terjadi pukul 13.00 WIB. Waktu itu, Sutrisno menyuruh tukang sedot sumur Parmo (ayah Djiwan), warga Desa Suro untuk mencari cincin tunangan anaknya bernama Samini (18). Cincin anaknya yang bernama Samini diketahui hilang dan masuk sumur Sapan pada Sabtu (4/9). Dijelaskan saksi Diwan (18), ayahnya yang bernama Suparmo lalu menguras sumur milik Sapan dibantu oleh Sutrisno, Kidir alias Dodo, Sutarjo dan Suwito, dan dirinya. Pengurasan dimulai pukul 11.00 WIB. Cara menguras sumur, sesuai penjelasan Djiwan, dengan menggunakan mesin diesel bensin yang kemudian disalurkan dengan sebuah pipa penyedot mirip slang panjang berwarna biru. Karena air masih ada, diesel dimasukan ke bibir sumur. Dengan begitu, slang pun bisa sampai di permukaan air yang terdalam. Naasnya, rupanya asap pembuangan diesel itu masuk ke sumur yang menyebabkan empat orang tewas itu. Sutrisno lalu mengecek ke dalam lubang sumur dengan menggunakan tangga panjang yang dijulurkan ke dalam sumur. Hal itu dilakukan untuk melihat dari dekat apakah air dalam sumur masih ada dan meninggi atau tidak. Selang sepuluh menit kemudian, Sutrisno tak muncul juga. Disusuli Dodo yang merupakan calon mantu dari Sutrisno. Sekitar sepuluh menit kemudian, keduanya tak muncul dan disusuli Sutarjo, tetangga Sutrisno, dengan masuk ke dalam sumur. Setelah masuk, Sutardjo lagi-lagi tak menampakan batang hidungnya selepas masuk ke sumur. Terakhir adalah Suwito yang masuk sekitar 10 menit setelah Sutardjo masuk Karena tak ada yang kembali waktu istirahat, Diwan lalu memanggil mereka dari atas sumur yang telah di pondasi itu. Panggilan dan teriakan tak dijawab juga. Sapan (38), pemilik sumur tersebut lalu curiga dan akhirnya memberitahukan ke warga kalau ada empat orang yang tergeletak di dasar sumur. Dia langsung menelpon ke Mapolsek untuk memberitahukan kejadian ini Sekitar pukul 16.10 WIB, satu jenazah dievakuasi oleh tim sar gabungan. Jenazah adalah Sutrisno (45). Saat jenazah pertama diangkat, ratusan orang langsung menyambut dengan takbir, dan juga mengerumun TIM SAR yang membwa jenazah itu. Jenazah Sutrisno langsung ditaruh di depan rumah Sapan untuk dilakukan Identifikasi Polres Banyumas. Selepas Sutrisno, jenazah berikutnya yang diangkat adalah Sutardjo, Suwito dan terakhir Kidir alias Dodo. Semua selesai diangkat sekitar pukul 18.00 WIB. Hingga semalam, Kapolsek Kalibagor, masih berada di lokasi untuk dilakukan kordinasi dengan keluarga. Penyebab kematian diduga karena asap dari diesel. Disamping itu, Kapolsek juga menambahkan, sebelum dilakukan evakuasi, pihak kepolisian memasukan ayam ke dalam. "Hasilnya, ayam itu tetap hidup, sehingga tidak ada gas beracun. Penyebabnya adalah gas dari asap diesel," katanya. (ttg)
|